5 Bintang Sepakbola yang Besok Rayakan Hari Lebaran


SETELAH berpuasa satu bulan lamanya, umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) 1441 Hijriah pada Minggu 24 Mei 2020. Meski lebaran tahun ini tidak seperti biasanya yang mana dibarengi dengan adanya virus corona, namun momen ini bakal terasa spesial bagi sejumlah pesepakbola muslim di Eropa.

Akibat kompetisi ditangguhkan imbas virus corona, mereka bisa merayakan Hari Raya Lebaran secara lebih mantap karena tidak terganggu dengan jadwal pertandingan. Dalam artikel kali ini, Mahavip.win akan membahas lima bintang sepakbola yang pada besok hari merayakan Hari Raya Lebaran.

5. Paul Pogba (Manchester United – Prancis)

Paul Pogba

Pogba lahir tidak dalam keadaan Islam. Gelandang 27 tahun itu memutuskan menjadi mualaf pada 2013, atau ketika dirinya berusia 20 tahun. Gelandang Manchester United itu memeluk agama Islam setelah merasakan ketenangan usai belajar melaksanakan salat.

“Saya mempertanyakan banyak hal di dalam diri saya, lalu saya memulai riset. Pernah sekali saya beribadah dengan rekan saya dan saya merasakan sesuatu yang berbeda. Akhirnya saya meneruskan salat. Anda harus salat lima waktu sehari, itu adalah salah satu rukun Islam,” kata Pogba mengutip dari The Independent.

Bahkan setiap tahunnya atau tiap libur musim panas, Pogba selalu menyempatkan diri menjalani ibadah umrah. Hanya saja, musim panas tahun ini Pogba tidak bisa melaksanakan ibadahnya tersebut imbas pandemi virus corona.

4. Miralem Pjanic (Juventus – Bosnia Herzegovina)

Miralem Pjanic lahir di Tuzla, Yugoslavia pada 2 April 1990 (sekarang Yugoslavia sudah pecah dan salah satunya menjadi negara Pjanic saat ini, Bosnia-Herzegovina). Ia lahir dari pasangan Fahrudin Pjanic dan Fatima Pjanic yang beragama Islam.

Pjanic yang kini membela Juventus diketahui tidak pernah meninggalkan salat lima waktu dan menjalankan ibadah umrah ketika memiliki waktu luang. Ketika bulan Ramadhan tiba akhir bulan lalu, Pjanic juga mengucapkan selamat kepada umat muslim di seluruh dunia via akun Instagram-nya, @Miralem_Pjanic. “Selamat Ramadhan untuk umat muslim di seluruh dunia,” tulis Pjanic.

3. Mohamed Salah (Liverpool – Mesir)

Mohamed Salah

Mohamed Salah yang berpaspor Mesir dikenal sebagai penganut Islam yang taat. Selain menjalankan salat lima waktu, winger andalan Liverpool itu selalu membawa Alquran ketika The Reds –julukan Liverpool– menjalankan perjalanan panjang.

Bahkan berkat aksi impresif yang ditunjukkan Mohamed Salah bersama Liverpool, tindakan kekerasan yang dialami warga muslim di Eropa mengalami penurunan sebesar 18,9 persen. Hal itu menunjukkan Mohamed Salah mengubah pandangan sejumlah warga Eropa yang memandang Islam sebagai agama terorisme.

“Ada dua penjelasan spekulatif kenapa angka kejahatan terhadap orang muslim di Inggis menurun. Pertama karena orang-orang mungkin sudah lebih toleran. Kedua, banyak orang-orang bicara soal Salah. Ia diterima dengan baik di sini dan orang melihat bahwa dari Salah, Islam ternyata tak seburuk yang selama ini mereka kira,” kata peneliti di Universitas Stanford, William Marble.

2. Sadio Mane (Liverpool – Senegal)

Sadio Mane

Sadio Mane merupakan anak seorang imam masjid yang berada di Bambali, Senegal. Meski sudah berkarier di Eropa sejak usia 19 tahun, Mane tidak lupa menjalankan kewajibannya sebagai umat islam, yakni salat lima waktu.

Tidak sampai di situ, Mane juga kerap membangun masjid dan sejumlah fasilitas umum di negaranya. Hal itu menunjukkan Mane sebagai pribadi yang religius dan layak dicontoh pesepakbola muslim mana pun.

1. Mesut Ozil (Arsenal – Jerman)

Mesut Ozil

Siapa tidak kenal Mesut Ozil? Ia merupakan gelandang Arsenal yang pernah membawa Tim Nasional Jerman juara Piala Dunia 2014. Meski berpaspor Jerman, Ozil diketahui memiliki darah keturunan Turki yang mayoritas warganya beragama Islam.

Ozil terhitung vokal ketika umat Islam mendapat perlakuan tidak menyenangkan di suatu negara, salah satunya saat insiden muslim Uighur di China terjadi pada medio Desember 2019. Saat itu melalui akun Instagram-nya, Ozil mengungkapkan kekecewaannya.